Dalam kontekstual pembelajaran kepemimpinan pembelajaran lebih berorientasi pada: (1) proses bagaimana kualitas pembelajaran mengalami peningkatan dari waktu ke waktu; (2) menggerakkan siswa mencapai kompetensi dasar semaksimal mungkin; dan (3) penumbuhan motivasi internal belajar anak didik. Ketiga orientasi tersebut tidak diterjadikan secara terpisah-pisah. Target akhir kepemimpinan pembelajaran adalah guru mampu menumbuhkan motivasi (internal motivation) internal belajar anak didik, yang selanjutnya menjadi penggerak (drive) bagi anak didik untuk secara mandiri (self motivation) berupaya (guru sekadar fasilitator, mediator, reseources linker, advisor) dalam mencapai kompetensi dasar pada dirinya secara maksimal sebagai bentuk kualitas pembelajarannya.
Dalam rangka implementasi kepemimpinan pembelajaran seorang guru dituntut menguasai alat pembelajaran yang disebut kewibawaan. Kewibawaan merupakan “alat pendidikan” yang diaplikasikan oleh guru untuk menjangkau (to touch) kedirian anak didik dalam hubungan pendidikan. Kewibawaan ini mengarah kepada kondisi high touch, dalam arti perlakuan guru menyentuh secara positif, kontruktif, dan kompehensif aspek-aspek kedirian/kemanusiaan anak didik. Dalam hal ini guru menjadi fasilitator bagi pengembangan anak didik yang diwarnai secara kental oleh suasana kehangatan dan penerimaan, keterbukaan dan ketulusan, penghargaan, kepercayaan, pemahaman empati, kecintaan dan penuh perhatian (Rogers, 1969; Gordon, 1974; Smith, 1978; Barry & King, 1993; Hendricks, 1994). Sejalan dengan pengembangan suasana demikian itu, guru dengan sungguh-sungguh memahami suasana hubungannya dengan anak didik secara sejuk, dengan menggunakan bahasa yang lembut, tidak meledak-ledak (Silberman, 1970 dan Gordon, 1974).
Guru menyadari bahwa sikap guru sangat berpengaruh terhadap tingkah laku dan kegiatan belajar anak didik (Smith, 1978). Hubungan antara guru dan anak didik memang seharusnya dibuat menjadi suasana demokratis dengan pola hubungan “saya oke, kamu juga oke” (Beechhold, 1971), yaitu suasana saling membuka diri tanpa dihalangi oleh adanya sikap atau perasaan negatif ataupun permasalahan di antara kedua belah pihak.
Kewibawaan meliputi: (a) pengakuan, (b) kasih sayang dan kelembutan, (c) penguatan, (d) pengarahan, (e) tindakan tegas yang mendidik, dan (f) keteladan yang mendidik.
a. Pengakuan adalah penerimaan dan perlakuan guru terhadap anak didik atas dasar kedirian/kemanusiaan anak didik, serta penerimaan dan perilaku anak didik terhadap guru atas dasar status, peranan, dan kualitas yang tinggi.
b. Kasih sayang dan kelembutan adalah sikap, perlakuan, dan komunikasi guru terhadap anak didik didasarkan atas hubungan sosio-emosional yang dekat-akrab-terbuka, fasilitatif, dan permisif-konstruktif bersifat pengembangan. Dasar dari suasana hubungan seperti ini adalah love dan caring dengan fokus segala sesuatu diarahkan untuk kepentingan dan kebahagiaan anak didik, sesuai dengan prinsip-prinsip humanistik.
c. Penguatan adalah upaya guru untuk meneguhkan tingkah laku positif anak didik melalui bentuk-bentuk pemberian penghargaan secara tepat yang menguatkan (reinforcement). Pemberian penguatan didasarkan pada kaidah-kaidah pengubahan tingkah laku.
d. Pengarahan adalah upaya guru untuk mewujudkan ke mana anak didik membina diri dan berkembang. Upaya yang bernuansa direktif ini, termasuk di dalamnya kepemimpinan guru, tidak mengurangi kebebasan anak didik sebagai subjek yang pada dasarnya otonom dan diarahkan untuk menjadi pribadi yang mandiri.
e. Tindakan tegas yang mendidik adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku anak didik yang kurang dikehendaki melalui penyadaran anak didik atas kekeliruannya dengan tetap menjunjung kemanusiaan anak didik serta tetap menjaga hubungan baik antara anak didik dan guru. Dengan tindakan tegas yang menddik ini, tindakan menghukum yang menimbulkan suasana negatif pada diri anak didik dihindarkan.
f. Keteladanan adalah penampilan positif dan normatif guru yang diterima dan ditiru oleh anak didik. Dasar dari keteladanan adalah konformitas sebagai hasil pengaruh sosial dari orang lain, dari yang berpola compliance, identification, sampai internalization (Musen & Rosenzweig, 1973).
Dalam rangka implementasi kepemimpinan pembelajaran seorang guru dituntut menguasai alat pembelajaran yang disebut kewibawaan. Kewibawaan merupakan “alat pendidikan” yang diaplikasikan oleh guru untuk menjangkau (to touch) kedirian anak didik dalam hubungan pendidikan. Kewibawaan ini mengarah kepada kondisi high touch, dalam arti perlakuan guru menyentuh secara positif, kontruktif, dan kompehensif aspek-aspek kedirian/kemanusiaan anak didik. Dalam hal ini guru menjadi fasilitator bagi pengembangan anak didik yang diwarnai secara kental oleh suasana kehangatan dan penerimaan, keterbukaan dan ketulusan, penghargaan, kepercayaan, pemahaman empati, kecintaan dan penuh perhatian (Rogers, 1969; Gordon, 1974; Smith, 1978; Barry & King, 1993; Hendricks, 1994). Sejalan dengan pengembangan suasana demikian itu, guru dengan sungguh-sungguh memahami suasana hubungannya dengan anak didik secara sejuk, dengan menggunakan bahasa yang lembut, tidak meledak-ledak (Silberman, 1970 dan Gordon, 1974).
Guru menyadari bahwa sikap guru sangat berpengaruh terhadap tingkah laku dan kegiatan belajar anak didik (Smith, 1978). Hubungan antara guru dan anak didik memang seharusnya dibuat menjadi suasana demokratis dengan pola hubungan “saya oke, kamu juga oke” (Beechhold, 1971), yaitu suasana saling membuka diri tanpa dihalangi oleh adanya sikap atau perasaan negatif ataupun permasalahan di antara kedua belah pihak.
Kewibawaan meliputi: (a) pengakuan, (b) kasih sayang dan kelembutan, (c) penguatan, (d) pengarahan, (e) tindakan tegas yang mendidik, dan (f) keteladan yang mendidik.
a. Pengakuan adalah penerimaan dan perlakuan guru terhadap anak didik atas dasar kedirian/kemanusiaan anak didik, serta penerimaan dan perilaku anak didik terhadap guru atas dasar status, peranan, dan kualitas yang tinggi.
b. Kasih sayang dan kelembutan adalah sikap, perlakuan, dan komunikasi guru terhadap anak didik didasarkan atas hubungan sosio-emosional yang dekat-akrab-terbuka, fasilitatif, dan permisif-konstruktif bersifat pengembangan. Dasar dari suasana hubungan seperti ini adalah love dan caring dengan fokus segala sesuatu diarahkan untuk kepentingan dan kebahagiaan anak didik, sesuai dengan prinsip-prinsip humanistik.
c. Penguatan adalah upaya guru untuk meneguhkan tingkah laku positif anak didik melalui bentuk-bentuk pemberian penghargaan secara tepat yang menguatkan (reinforcement). Pemberian penguatan didasarkan pada kaidah-kaidah pengubahan tingkah laku.
d. Pengarahan adalah upaya guru untuk mewujudkan ke mana anak didik membina diri dan berkembang. Upaya yang bernuansa direktif ini, termasuk di dalamnya kepemimpinan guru, tidak mengurangi kebebasan anak didik sebagai subjek yang pada dasarnya otonom dan diarahkan untuk menjadi pribadi yang mandiri.
e. Tindakan tegas yang mendidik adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku anak didik yang kurang dikehendaki melalui penyadaran anak didik atas kekeliruannya dengan tetap menjunjung kemanusiaan anak didik serta tetap menjaga hubungan baik antara anak didik dan guru. Dengan tindakan tegas yang menddik ini, tindakan menghukum yang menimbulkan suasana negatif pada diri anak didik dihindarkan.
f. Keteladanan adalah penampilan positif dan normatif guru yang diterima dan ditiru oleh anak didik. Dasar dari keteladanan adalah konformitas sebagai hasil pengaruh sosial dari orang lain, dari yang berpola compliance, identification, sampai internalization (Musen & Rosenzweig, 1973).
9 komentar:
********KONTES BLOG Klik DISINI ***********
Nice post.I like the post very much.it's very well written.Thanks for sharing all the things with us.Keep it up.Keep blogging.
thrivelearning360>thks for coming.. keep blogging to
I am following your blog regularly and got great information.Having written articles that require this much work, I commend you for your service to the future bloggers. I’m sure they will appreciate it! Great job.
This is one of the creative post and it’s very innovative one.This was a very well-written and enjoyable post to read.I like the way you describe all the things and the examples.Thanks a lot.
Hey, you have a great blog here! I'm definitely going to bookmark you! The post on comment posting was a very good read and I will be putting it to use. Thanks. Keep blogging.
This is a great post.This post will definitely help readers like me.Thanks for sharing such a great article with us.Thanks again.Keep posting cont...
pemimpin = ujung tombak :D = pemacu = belajar = keberhasilan :D
hmmm...
Poskan Komentar