27 Februari, 2009

    Efektivitas Kepemimpinan dalam Pembelajaran

    Dalam kontekstual pembelajaran kepemimpinan pembelajaran lebih berorientasi pada: (1) proses bagaimana kualitas pembelajaran mengalami peningkatan dari waktu ke waktu; (2) menggerakkan siswa mencapai kompetensi dasar semaksimal mungkin; dan (3) penumbuhan motivasi internal belajar anak didik. Ketiga orientasi tersebut tidak diterjadikan secara terpisah-pisah. Target akhir kepemimpinan pembelajaran adalah guru mampu menumbuhkan motivasi (internal motivation) internal belajar anak didik, yang selanjutnya menjadi penggerak (drive) bagi anak didik untuk secara mandiri (self motivation) berupaya (guru sekadar fasilitator, mediator, reseources linker, advisor) dalam mencapai kompetensi dasar pada dirinya secara maksimal sebagai bentuk kualitas pembelajarannya.

    Dalam rangka implementasi kepemimpinan pembelajaran seorang guru dituntut menguasai alat pembelajaran yang disebut kewibawaan. Kewibawaan merupakan “alat pendidikan” yang diaplikasikan oleh guru untuk menjangkau (to touch) kedirian anak didik dalam hubungan pendidikan. Kewibawaan ini mengarah kepada kondisi high touch, dalam arti perlakuan guru menyentuh secara positif, kontruktif, dan kompehensif aspek-aspek kedirian/kemanusiaan anak didik. Dalam hal ini guru menjadi fasilitator bagi pengembangan anak didik yang diwarnai secara kental oleh suasana kehangatan dan penerimaan, keterbukaan dan ketulusan, penghargaan, kepercayaan, pemahaman empati, kecintaan dan penuh perhatian (Rogers, 1969; Gordon, 1974; Smith, 1978; Barry & King, 1993; Hendricks, 1994). Sejalan dengan pengembangan suasana demikian itu, guru dengan sungguh-sungguh memahami suasana hubungannya dengan anak didik secara sejuk, dengan menggunakan bahasa yang lembut, tidak meledak-ledak (Silberman, 1970 dan Gordon, 1974).

    Guru menyadari bahwa sikap guru sangat berpengaruh terhadap tingkah laku dan kegiatan belajar anak didik (Smith, 1978). Hubungan antara guru dan anak didik memang seharusnya dibuat menjadi suasana demokratis dengan pola hubungan “saya oke, kamu juga oke” (Beechhold, 1971), yaitu suasana saling membuka diri tanpa dihalangi oleh adanya sikap atau perasaan negatif ataupun permasalahan di antara kedua belah pihak.
    Kewibawaan meliputi: (a) pengakuan, (b) kasih sayang dan kelembutan, (c) penguatan, (d) pengarahan, (e) tindakan tegas yang mendidik, dan (f) keteladan yang mendidik.
    a. Pengakuan adalah penerimaan dan perlakuan guru terhadap anak didik atas dasar kedirian/kemanusiaan anak didik, serta penerimaan dan perilaku anak didik terhadap guru atas dasar status, peranan, dan kualitas yang tinggi.
    b. Kasih sayang dan kelembutan adalah sikap, perlakuan, dan komunikasi guru terhadap anak didik didasarkan atas hubungan sosio-emosional yang dekat-akrab-terbuka, fasilitatif, dan permisif-konstruktif bersifat pengembangan. Dasar dari suasana hubungan seperti ini adalah love dan caring dengan fokus segala sesuatu diarahkan untuk kepentingan dan kebahagiaan anak didik, sesuai dengan prinsip-prinsip humanistik.
    c. Penguatan adalah upaya guru untuk meneguhkan tingkah laku positif anak didik melalui bentuk-bentuk pemberian penghargaan secara tepat yang menguatkan (reinforcement). Pemberian penguatan didasarkan pada kaidah-kaidah pengubahan tingkah laku.
    d. Pengarahan adalah upaya guru untuk mewujudkan ke mana anak didik membina diri dan berkembang. Upaya yang bernuansa direktif ini, termasuk di dalamnya kepemimpinan guru, tidak mengurangi kebebasan anak didik sebagai subjek yang pada dasarnya otonom dan diarahkan untuk menjadi pribadi yang mandiri.
    e. Tindakan tegas yang mendidik adalah upaya guru untuk mengubah tingkah laku anak didik yang kurang dikehendaki melalui penyadaran anak didik atas kekeliruannya dengan tetap menjunjung kemanusiaan anak didik serta tetap menjaga hubungan baik antara anak didik dan guru. Dengan tindakan tegas yang menddik ini, tindakan menghukum yang menimbulkan suasana negatif pada diri anak didik dihindarkan.
    f. Keteladanan adalah penampilan positif dan normatif guru yang diterima dan ditiru oleh anak didik. Dasar dari keteladanan adalah konformitas sebagai hasil pengaruh sosial dari orang lain, dari yang berpola compliance, identification, sampai internalization (Musen & Rosenzweig, 1973).

    20 Februari, 2009

    Do'a Qunut Nazilah

    Qunut Nazilah artinya membaca doa karena sesuatu bencana supaya kita dilindungi Allah dari bahaya. Qunut Nazilah boleh dibaca pada setiap shalat fardhu: Zluhur, Ashar, Maghrib, Isy’a dan Subuh. dibaca pada rakaat terakhir selepas bangun dari Ruku’ untuk ‘Itidal, dalam tata cara shalat (Ahlussunah waljamaah), Qunut Nazilah dibaca pada setiap pelaksanaan shalat fardhu subuh yang dilaksanakan pada raka'at terakhir setelah ruku' sebelumnya terlebih dahulu membaca.



    Doa dibaca ketika berdiri untuk I’tidal. Ada tiga cara membaca doa tersebut. Imam boleh memilih salah satu dari cara-cara berikut:
    1. Membaca doa Qunut seperti yang biasa dibaca ketika solat Subuh.
    2. Membaca doa Qunut Nazilah saja seperti di bawah
    3. Membaca doa Qunut subuh dan diikuti dengan doa Qunut Nazilah.

    Perhatian:
    • Jika para Imam tidak menghafal Qunut Nazilah yang dilampirkan, bolehlah membaca doa qunut seperti dalam solat subuh. Kemudian doa nazilah ini boleh dibaca selepas solat.
    • Imam hendaklah meberitahu para jemaah bahwa qunut akan dibaca di dalam sholat agar mereka meng-aminkan bersama doa tersebut.

    Doa Qunut Nazilah




    Artinya:
    Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka kepada Mu.
    Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami bersalat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas, kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur.
    Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah segala macam kezaliman dan permusuham, Bantulah saudara-saudara kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.
    Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, ya Allah.

    19 Februari, 2009

    6 Langkah Bermigrasi dari Joomla ke Wordpress

    Saya telah menggunakan Joomla v1.0 untuk blog saya selama kurang lebih 1 tahun dan menemukan pemeliharaan yang sulit, mungkin karena saya tidak begitu familiar atau emang karena tidak ngerti tentang joomla. Ada beberapa isu baru tentang Joomla untuk dijadikan sebagai platform blogging. Saya mengalami kesulitan-kesulitan pada platform joomla karena:
    • Saya tidak dapat menandai posting
    • Label yang dikirim sebagai arsip, maka tidak akan muncul lagi di kolom utama posting
    • Menempatkan iklan di antara posting
    • Mengharuskan komponen lain untuk fasilitas komentar yang memungkinkan pengunjung untuk meninggalkan komentar
    • Memasukkan kode html secara manual untuk menyertakan iklan dalam posting.

    Hal tersebut tentunya membuat saya atau anda merasa kecewa karena tidak adanya dukungan dari joomla serta forum joomla untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan dan pengelolaan website atau blog. Oleh karena itu alangkah baiknya kita selalu memperhatikan support yang akan kita pakai apakah joomla ataupun Wordpress agar dalam pengelolaanya tidak merepotkan kita sendiri.

    Posting ini diilhami oleh Rodney Blevins atas artikel yang memungkinkan untuk memindahkan Joomla ke Wordpress (import). Terimakasih juga untuk Mambo2Wordpress atas import untuk wizardnya sehingga import dari joomla ke wordpress menjadi sangat mudah. Nah sekarang kita coba untuk memulai proses import dari Joomla ke Wordpress dengan menggunakan wizard dari Rodney sebenarnya dimaksudkan untuk Mambo (sebelumnya nama untuk Joomla). Namun, setelah beberapa modifikasi, ternyata Joomla kompatibel. Anda dapat menemukan link download ke Kontak dimodifikasi versi di akhir artikel. Berikut adalah langkah-langkah yang saya ambil.

    Diujikan pada: CMS Joomla v1.0.12 dengan Wordpress 2,1
    1. Instal Wordpress dan membuat folder di root disebut 'ekspor'.


    2. Memperbarui file config.php Anda sendiri dengan nama database, mysql nama pengguna, sandi dan nama host



    3. Semua tabel memiliki 'jla_' awalan di depan


    Jadi, jika anda memiliki tabel yang berbeda awalan, misalnya. 'Abc_', maka hanya mencari dan mengganti SEMUA 'jla_' dengan 'abc_' untuk file index.php.


    4. Upload index.php dan config.php ke 'ekspor' folder dalam Root situs Web Anda.
    5. Kunjungi situs http://your-wp-installation/export dan ikuti langkah-langkah untuk mengimpor link ke artikel dari Joomla ke Wordpress.
    6. Dan selesai!


    DISCLAIMER:
    Cara ini telah saya gunakan dan berhasil, hasil lain pada saat anda menggunakan langkah ini terlebih dahulu Anda harus mencari referensi yang berguna untuk kelancaran dalam proses import dari Joomla ke Wordpress. Pastikan anda membackup web Anda.

    09 Februari, 2009

    Hidup adalah sebuah Perlombaan

    Dalam hidup ini kita tidak merasa sedang berlomba, tetapi pada hakikatnya hidup yang kita jalani adalah sebuah perlombaan dari suatu titik tertentu menuju titik tertentu, perlombaan dalam hidup ini dibedakan ada 2 (dua) jenis.

    • Perlombaan untuk menonjol (kaya, sukses, terkenal yang sangat bersifat hedonistik dan lahiriah)
    • Perlombaan untuk menjadi terbaik dalam menjadi rahmat bagi alam semesata (rahmatan lil-alamin )ini bersifat batiniah, (Greatness dalam eight habit).
    Perlombaan bersifat hedonistik –lahiriah telah menimbulkan permasalahan psikologis, dengan menimbulkan dampak dari hasil studi menunjukkan bahwa kekayaan materi, kepopuleran, kesuksesan lahiriah berkorelasi negatif dengan kebahagiaan hidup, artinya semakin sukses kita dalam kehidupan, semakin banyak pula penderitaan batin (angka bunuh diri tinggi, kecanduan obat terlarang, kekerasan dalam rumah tangga, anak lari dari rumah, dan kehamilan remaja.

    Saya teringat dengan sebuah ungkapan dari saudara Iwan Abdulrahma (pangkalpinang - Mei 1992) yaitu sebagai berikut:
    Aku takut mati,
    bukan karena mati itu sendiri,
    tetapi takut bahwa sebelum sempat aku
    memberi makna bagi hidup ini,
    mati telah menjemputku,
    sehingga hidupku sia-sia …

    Pangkalpinang, 12 Mei 1992
    Iwan Abdulrahman

    Dari ungkapan diatas kita bisa menyimak dan memaknai perlombaan dalam hidup ini untuk menjadi manusia berguna bagi banyak orang serta berlomba untuk menjadi juara sehingga setiap orang harus memiliki sifat seperti dalam Olimpiade:
    • Citius (lebih cepat)
    • Altius (lebih tinggi)
    • Fortius (lebih kuat)

    Sedangkan faktor penentu apakah akan jadi juara atau tidaknya dalam hidup ini semestinya dalam hidup ini kita mempunyai prinsip dasar kehidupan yaitu:
    • Tentukanlah nasib anda kalau tidak nasib anda akan ditentukan oleh orang lain. (Jack Welch, mantan CEO General Electric)
    • Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum kecuali dia sendiri yang mengubahnya. (Dikutip Bung Karno dari Kitab Suci).
    • Kunci Sukses adalah pada kemauan diri sendiri bukan pada orang lain.

    03 Februari, 2009

    Baca apa yang tersirat dalam hidup!! (sebuah Tantra)

    Kata Tantra bisa berarti tautan, atau rajutan seperti yang dijelaskan Mas Aditantra Adiyoso Seperti seseorang merajut benang menjadi sebuah kain. Hal ini menyiratkan bahwa artinya adalah "tak terputuskan", "saling menghubungkan menjadi sesuatu yang lebih besar/berarti".

    Tantra berasal dari bahasa India dengan macam ragam dan bentuk, ada tantra kasih, tantra cinta, dll. Berikut ada beberapa bait tantra kasih semoga dapat menjadi tuntunan untuk bekal kehidupan.

    Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain. Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

    Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: ”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.”

    Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.
    Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.

    ”Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada
    siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” (Alessandro Manzoni)

    Coba baca dengan seksama syair dibawah ini.

    ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi. Jika kau terlalu sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir: ”Saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang", lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya.

    Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana. Yakinlah pada dirimu ketika berkata: ”Aku mencintaimu." Jika kau berkata: “Aku menyesal,” tataplah mata lawan bicaramu. Jangan permainkan harapan orang lain.
    Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu.

    Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam berpikir. Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah,
    dan tanya: ”Mengapa kamu mau tahu?" Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung banyak risiko. Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran dibalik kekalahan itu. Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan.

    Tersenyumlah ketika menjawab telpon, orang yang menelponmu akan mendengarnya dari suaramu. Bila kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan, mungkin saja itu keberuntunganmu.

    Hargai dirimu.
    Hargai orang lain.
    Bertanggung jawablah atas tindakanmu.

    Semoga bermanfaat.
     

    Posting Terbaru

    Komentar Terakhir

    Mixer Beta Blogger Copyright © 2009 Community is Designed by Bie